Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONALPertahanan

TNI AD dan US Army Perkuat Interoperabilitas dalam Latma Ksatria Warrior 2026

Avatar photo
90
×

TNI AD dan US Army Perkuat Interoperabilitas dalam Latma Ksatria Warrior 2026

Sebarkan artikel ini
Prajurit TNI AD dan US Army mengikuti pembukaan Latma Ksatria Warrior 2026 di Puslatpur Kodiklatad, Baturaja

TINTAJURNALISNEWS —Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) bersama United States Army (US Army) memperkuat interoperabilitas dan profesionalisme prajurit melalui Latihan Bersama (Latma) Ksatria Warrior 2026.

Latihan tersebut resmi dibuka di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad, Baturaja, Sumatera Selatan, Sabtu (15/8/2026). Informasi mengenai pelaksanaan dan pembukaan latihan tersebut disampaikan melalui keterangan resmi Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Dispenad).

Latma Ksatria Warrior 2026 menjadi salah satu sarana bagi prajurit kedua negara untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memperkuat pemahaman terhadap taktik, teknik, dan prosedur yang diterapkan masing-masing angkatan darat.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Selain aspek kemampuan militer, latihan bersama ini juga diarahkan untuk membangun kepercayaan, memperkuat komunikasi, serta memperkokoh hubungan kerja sama dan persahabatan antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Prajurit TNI AD dan US Army mengikuti pembukaan Latma Ksatria Warrior 2026 di Puslatpur Kodiklatad, Baturaja

Dalam amanatnya pada upacara pembukaan, Komandan Latihan Kolonel Inf Slamet, S.Sos., M.Han., yang menjabat Waaspers Kaskostrad, menekankan bahwa keberhasilan latihan tidak hanya ditentukan oleh tercapainya sasaran yang telah ditetapkan.

Menurutnya, kualitas komunikasi, kedisiplinan, kekompakan, serta kemauan setiap peserta untuk saling belajar menjadi bagian penting dalam menentukan keberhasilan latihan.

“Keberhasilan latihan tidak diukur semata-mata dari tercapainya sasaran latihan, tetapi juga dari terbangunnya komunikasi yang efektif, disiplin yang tinggi, kerja sama yang solid, dan kemampuan setiap peserta untuk belajar satu sama lain,” tegas Kolonel Inf Slamet, sebagaimana dikutip dari keterangan Dispenad.

Prajurit TNI AD dan US Army mengikuti pembukaan Latma Ksatria Warrior 2026 di Puslatpur Kodiklatad, Baturaja

Sementara itu, pimpinan latihan dari pihak US Army, Lieutenant Colonel Joseph Esminger dari Batalyon Infanteri 100 US Army, turut menyoroti pentingnya interaksi dan komunikasi selama kegiatan berlangsung.

Interaksi antara prajurit kedua negara dinilai menjadi bagian penting untuk meningkatkan pemahaman sekaligus membangun kemampuan bekerja secara terpadu dalam pelaksanaan latihan bersama.

Dalam pelaksanaannya, seluruh peserta juga ditekankan untuk mengikuti setiap tahapan latihan secara disiplin, profesional, dan penuh tanggung jawab. Nilai-nilai keprajuritan serta penghormatan terhadap budaya masing-masing negara juga menjadi bagian yang ditekankan selama kegiatan.

Melalui Latma Ksatria Warrior 2026, TNI AD dan US Army diharapkan semakin memperkuat kemampuan interoperabilitas dan profesionalisme prajurit. Latihan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kepercayaan dan kemitraan pertahanan yang telah terjalin antara Indonesia dan Amerika Serikat.