Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

Kapolri Hadiri Pembukaan Retret Kokam Nasional 2026 di Bogor

Avatar photo
251
×

Kapolri Hadiri Pembukaan Retret Kokam Nasional 2026 di Bogor

Sebarkan artikel ini
Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo [Dok. Humas Polri]

TINTAJURNALISNEWS –Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri sekaligus membuka kegiatan Retret Nasional Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Tahun 2026 yang digelar di Satlat Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/2/2026).

Kehadiran Kapolri dalam kegiatan tersebut menjadi simbol penguatan sinergi antara Polri dan elemen kepemudaan, khususnya Kokam Pemuda Muhammadiyah, dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam sambutannya, Kapolri menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen bangsa guna mendukung persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia juga menekankan bahwa stabilitas keamanan merupakan fondasi utama dalam mendukung keberlanjutan pembangunan nasional.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

“Sinergitas dan kolaborasi seluruh komponen bangsa menjadi kunci dalam menjaga stabilitas kamtibmas demi keutuhan NKRI serta keberlangsungan pembangunan,” tegas Kapolri.

BACA JUGA:  Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang Berikan Remisi Khusus Natal 2024 sebagai Apresiasi atas Perbaikan Perilaku WBP

Retret Nasional Kokam 2026 ini diikuti oleh peserta dari berbagai wilayah di Indonesia dan menjadi ajang konsolidasi serta penguatan kapasitas kader dalam menghadapi tantangan kebangsaan ke depan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat utama Polri, pimpinan Muhammadiyah, serta jajaran Kokam dari berbagai daerah. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan persatuan bangsa.

EKONOMI

Berbagai keluhan yang selama ini dirasakan nelayan di Muara Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, akhirnya mulai terungkap ke permukaan. Mulai dari sulitnya memperoleh BBM subsidi, lambannya pengurusan dokumen kapal, hingga dugaan ketidaksesuaian penyaluran BBM menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari hasil laut.