Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Hubungi Kami via WhatsApp
NASIONAL

“AKSI SIGAP”, Prajurit Yonif 9 Marinir Bantu Evakuasi Warga Yang Terdampak Banjir Di Pesawaran Lampung

Avatar photo
210
×

“AKSI SIGAP”, Prajurit Yonif 9 Marinir Bantu Evakuasi Warga Yang Terdampak Banjir Di Pesawaran Lampung

Sebarkan artikel ini

TNI AL.Kormar.Brigif 4 Marinir.Yonif 9 Marinir

TINTAJURNALISNEWS -TNI AL.Kormar.Brigif 4 Marinir.Yonif 9 Marinir. Akis Sigap dan Cepat Prajurit Yonif 9 Marinir bantu evakuasi warga di Wilayah Padang Cermin dan Way Ratai yang terdampak Banjir, Senin (21/04/2025).

Akibat curah hujan lebat dini hari terutama di Wilayah Lampung dan Pesawaran, membawa dampak banjir di sepanjang wilayah terutama di wilayah pesisir seperti way ratai dan padang cermin.

TINTA JURNALIS NEWS

Rill No Hoax | Portal Nasional

👉 Kunjungi & Ikuti Kami untuk update berita terbaru

Sejumalah aksi respon cepat prajurit, Danyonif 9 Marinir Letkol Marinir Achmad Toripin, S.A.P., M.Tr, Opsla., mengerahkan 1 Pleton tim sigap bencana Yonif 9 Marinir Di bawah Pimpinan Pater Ki Markas Yonif 9 Marinir Lettu Mar Indra Prayitno dalam membantu dan menyelaber rumah serta mengevakuasi beberapa warga yang terdampak banjir.

BACA JUGA:  Panglima TNI Mutasi 14 Perwira Tinggi TNI Angkatan Darat

Komandan Batalyon Infanteri 9 Marinir Letkol Marinir Achmad Toripin, S.A.P., M.Tr, Opsla., menyampaikan, ‘Pihaknya dalam hal seluruh prajurit Yonif 9 Marinir akan bekerjasama dengan stakeholder yang terkait untuk memaksimalkan aksi sigap dan tanggap serta reapon cepat terhadap warga yang terdampak banjir.

Melalui info dari warga dan anggota prajurit yang di mana tempat domisilanya di sekitar daerah yang rawan akan banjir untuk selalu memonitoring lapor cepat sehingga wilayah yang terdampak banjir segera dapat di tangani, ‘Tegasnya.

(Triyono)

EKONOMI

Berbagai keluhan yang selama ini dirasakan nelayan di Muara Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, akhirnya mulai terungkap ke permukaan. Mulai dari sulitnya memperoleh BBM subsidi, lambannya pengurusan dokumen kapal, hingga dugaan ketidaksesuaian penyaluran BBM menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari hasil laut.