TINTAJURNALISNEWS –Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan ketahanan pangan nasional dalam kondisi aman meski dunia menghadapi ketegangan geopolitik global dan potensi gangguan iklim. Hal itu didukung produksi beras nasional yang saat ini berada di atas kebutuhan konsumsi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Mentan Amran di kantor Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
“Produksi beras kita berkisar antara 2,6 sampai 5,7 juta ton per bulan, sementara kebutuhan nasional sekitar 2,5 juta ton per bulan. Artinya produksi kita berada di atas konsumsi. Jadi pangan aman, masyarakat tidak perlu risau,” ujarnya.

Ia menegaskan Indonesia siap menghadapi berbagai potensi gangguan, mulai dari fenomena El Niño, La Niña hingga dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok pangan dunia.
Saat ini, total ketersediaan beras nasional mencapai sekitar 27,99 juta ton. Jumlah tersebut terdiri dari stok yang dikelola Perum BULOG sekitar 3,76 juta ton, stok masyarakat sekitar 12,50 juta ton, serta standing crop atau padi siap panen sekitar 11,73 juta ton.
Dengan ketersediaan tersebut, cadangan beras nasional diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan hingga hampir satu tahun ke depan.
Selain itu, produksi beras nasional pada periode Januari hingga Mei 2026 diperkirakan mencapai sekitar 16,92 juta ton. Pemerintah juga memperkirakan stok beras pemerintah yang dikelola BULOG akan terus meningkat hingga menembus 5 juta ton dalam dua bulan ke depan seiring masuknya masa panen di berbagai daerah.
Untuk menjaga stabilitas produksi di tengah perubahan iklim, pemerintah juga memperkuat berbagai langkah adaptasi, termasuk program pompanisasi lahan pertanian guna mengantisipasi potensi kekeringan.
Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah optimistis stabilitas pangan nasional tetap terjaga di tengah dinamika global maupun tantangan iklim yang dapat memengaruhi sektor pertanian.









