Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
NASIONAL

“Jangan Izinkan Tambang di Kundur!” – Warga Kirim Video ke Presiden, Soroti IUP Ratusan Hektare dan Ancaman Lingkungan

Avatar photo
185
×

“Jangan Izinkan Tambang di Kundur!” – Warga Kirim Video ke Presiden, Soroti IUP Ratusan Hektare dan Ancaman Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi TJN

TINTAJURNALISNEWS –Video warga Kepulauan Riau, Harly Taslivi, yang menyampaikan pesan langsung kepada Presiden Republik Indonesia dari lokasi lapangan terus menjadi sorotan. Dalam pernyataannya, ia mengingatkan potensi dampak lingkungan dari aktivitas tambang pasir di Kundur, sekaligus meminta pemerintah daerah mengevaluasi izin yang telah diberikan.

Dalam video yang beredar, Harly tampak menunjukkan kondisi lingkungan sambil menyampaikan kekhawatirannya terhadap perubahan bentang alam.

“Pak Presiden RI, saya Harly Taslivi dari Kepri. Saya tunjukkan ini, Pak…,” ujarnya.

Kepada redaksi, Harly menegaskan bahwa video tersebut bersifat edukasi dan menggunakan contoh dari kawasan Dompak. Ia menyebut, kolam di wilayah tersebut telah ada sejak sebelum kantor gubernur berdiri dan hingga kini tetap terjaga.

“Video ini edukasi. Saya ambil dari Dompak untuk mengingatkan bahwa sebelum kantor gubernur berdiri, kolam itu sudah ada dan sampai hari ini masih utuh,” jelasnya.

Ia kemudian membandingkan kondisi tersebut dengan potensi yang akan terjadi di Kundur jika aktivitas tambang terus berlangsung. Berdasarkan informasi yang ia peroleh, PT Energi Pasir Indonesia disebut memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) dengan luas sekitar 479 hektare atau mendekati 500 hektare.

“Coba bayangkan, berapa besar potensi kolam-kolam yang akan ditinggalkan nanti setelah eks tambang?” ujarnya.

Harly juga menyinggung kondisi eks tambang sebelumnya di wilayah Kundur. Menurutnya, aktivitas tambang yang telah berjalan di masa lalu sudah meninggalkan kolam-kolam besar yang hingga kini masih ada.

“Sedangkan eks PT Timah di Kundur saja sampai hari ini meninggalkan kolam-kolam besar, mau ditambah lagi dengan izin tambang pasir sekarang,” katanya.

Atas dasar itu, Harly secara tegas meminta perhatian pemerintah daerah, khususnya Gubernur Kepulauan Riau, untuk mengevaluasi kembali kebijakan terkait izin tambang tersebut.

“Intinya saya berharap Gubernur mengevaluasi lagi, dan kalau bisa tidak memberi izin atau mencabut izin PT Energi Pasir Indonesia,” tegasnya.

Pernyataan ini sekaligus memperkuat kekhawatiran masyarakat terkait dampak jangka panjang aktivitas tambang terhadap lingkungan dan keberlanjutan wilayah Kundur yang selama ini dikenal sebagai kawasan pertanian.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait mengenai pernyataan tersebut.

BERSAMBUNG….