Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
Iklan Resmi Tinta Jurnalis News
HUKUM & KRIMINALPresiden RI

Bersih-Bersih Aparat Dimulai: Prabowo Soroti Oknum dan Lemahnya Deteksi Tambang Ilegal

Avatar photo
279
×

Bersih-Bersih Aparat Dimulai: Prabowo Soroti Oknum dan Lemahnya Deteksi Tambang Ilegal

Sebarkan artikel ini
soroti penegakan hukum dan tambang ilegal.

TINTAJURNALISNEWS –Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya melakukan transformasi menyeluruh terhadap kondisi bangsa, dengan penegakan hukum sebagai salah satu fokus utama pembenahan.

“Saya ingin melakukan transformasi bangsa. Saya ingin memperbaiki kondisi bangsa itu semua,” ujar Presiden.

Dalam pernyataannya, Presiden menekankan bahwa hukum atau rule of law merupakan fondasi penting bagi negara yang kuat dan berhasil.

Karena itu, pembenahan aparat penegak hukum menjadi bagian tak terpisahkan dari agenda transformasi tersebut.

Presiden juga menyoroti adanya oknum yang menyalahgunakan kewenangan. Menurutnya, meski hanya segelintir, tindakan tersebut berdampak luas terhadap citra institusi.

“Mungkin hanya beberapa oknum, tapi karena punya power dia bisa berbuat seenaknya. Ratusan ribu aparat yang lain terkena nama jeleknya,” katanya.

Sebagai langkah awal, Presiden menyatakan akan memberikan kesempatan kepada setiap lembaga untuk melakukan pembenahan internal. Namun, ia menegaskan bahwa kesempatan tersebut harus dimanfaatkan secara serius.

“Saya ingin memberi kesempatan tiap lembaga membersihkan diri. Kau bisa perbaiki diri nggak? Kalau kau perbaiki diri, saya kasih kesempatan,” tegasnya.

Di sisi lain, Presiden juga mempertanyakan lemahnya pengawasan dalam struktur aparat, terutama terkait aktivitas ilegal yang dinilai seharusnya dapat terdeteksi.

“Bagaimana ada tambang ilegal, Babinsa tidak tahu, Danramil tidak tahu, Kodim tidak tahu, Danrem tidak tahu?” ujarnya.

Presiden menambahkan, langkah tegas telah diambil terhadap sejumlah pejabat tinggi yang terbukti melanggar, termasuk pencopotan jabatan hingga penyerahan ke proses hukum.

“Saya kira Anda bisa lihat sudah berapa jenderal bintang tiga, bintang dua yang kita pecat, yang kita serahkan ke kejaksaan,” pungkasnya.