SNL Food Mall Baru, Tanjung Uma
TINTAJURNALISNEWS —Aktivitas perjudian mesin jackpot ilegal kembali mencoreng wajah penegakan hukum di Kota Batam. Kali ini, praktik tersebut berlangsung secara terang-terangan di kawasan SNL Food Mall Baru, Tanjung Uma, tepat di seberang DC Mall, tanpa tersentuh sedikit pun oleh aparat wilayah setempat.
Yang lebih mencengangkan, sosok di balik operasi ilegal ini bukan orang sembarangan. Ia adalah ZL, nama yang sudah lama dikenal di kalangan pelaku bisnis ilegal di Batam. ZL disebut sebagai tokoh yang disegani dalam jaringan mafia rokok ilegal, dengan kendali terhadap distribusi berbagai merek rokok non-cukai seperti H Mind Menthol, Morena, dan merek ilegal lainnya yang diduga merugikan negara hingga miliaran rupiah.
Pantauan langsung (Tim) di lapangan membuktikan betapa bebasnya aktivitas ini. Para pemain keluar masuk lokasi setiap hari tanpa rasa khawatir, seolah-olah kebal hukum. Ironisnya, keberadaan aparat di wilayah tersebut justru seperti tidak melihat dan tidak mendengar. Penegakan hukum yang seharusnya menjadi garda terdepan, kini malah dipertanyakan integritas dan keberaniannya.
Lebih mengejutkan lagi, redaksi Tinta Jurnalis News berhasil menghubungi langsung ZL via WhatsApp pada Senin, 29 Juli 2025. Dalam percakapan itu, ZL secara blak-blakan mengakui keterlibatannya dalam pengoperasian mesin jackpot di lokasi tersebut. Pengakuan terang-terangan ini sejatinya sudah cukup menjadi alarm keras bagi aparat, namun hingga berita ini diturunkan, belum tampak satu pun langkah konkret yang dilakukan.
Situasi ini menimbulkan kekecewaan mendalam di tengah masyarakat. Muncul pertanyaan tajam: Apakah hukum hanya berlaku untuk rakyat kecil? Apakah aparat di wilayah ini sudah lumpuh menghadapi kekuatan uang dan jaringan mafia? Padahal, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara tegas telah mengeluarkan instruksi perang terhadap segala bentuk perjudian, termasuk jackpot dan online, sejak tahun lalu.
Kini publik menantikan, apakah perintah itu hanya menjadi slogan tanpa implementasi? Atau justru sudah dilupakan oleh jajaran di bawahnya? Kota Batam tidak butuh pertunjukan sandiwara hukum. Yang dibutuhkan adalah tindakan nyata dan keberanian aparat menindak siapapun yang melanggar, tanpa pandang bulu.












