Scroll untuk baca artikel
FB-IMG-1763612837739
Example floating
Example floating
HUKUM & KRIMINALNASIONAL

HD, OFO, PSG, UFO Mind & Bold Merajalela: Saat Mafia Rokok Ilegal Tampak Lebih Kuat dari Negara

Avatar photo
209
×

HD, OFO, PSG, UFO Mind & Bold Merajalela: Saat Mafia Rokok Ilegal Tampak Lebih Kuat dari Negara

Sebarkan artikel ini
Rokok Ilegal Kepulauan Riau
Picsart-24-03-26-04-51-32-353

TINTAJURNALISNEWS –Kepulauan Riau kembali menjadi ladang subur bagi peredaran rokok ilegal. Bukan hanya satu atau dua merek, tapi sudah mencakup berbagai varian yang terus berganti wajah.

Setelah HD dan OFO sebelumnya ramai diperbincangkan, kini hadir tiga nama baru: PSG, UFO Mind, dan UFO Bold semuanya ditemukan beredar luas tanpa pita cukai resmi, dan dijual terang-terangan di berbagai wilayah.

Situasi ini menciptakan satu pertanyaan besar yang terus mengendap di benak publik: “Mengapa mafia rokok ilegal tampak lebih terorganisir, lebih berani, dan lebih stabil dibanding negara?”

Pemerintah pusat melalui berbagai kementerian dan instansi resmi telah menyebut bahwa kerugian negara akibat rokok ilegal mencapai triliunan rupiah per tahun. Sektor cukai tembakau sendiri merupakan salah satu penyumbang terbesar penerimaan negara.

Namun ketika rokok tanpa cukai masih bisa dijual secara terbuka tanpa hambatan, klaim kerugian negara menjadi paradoks. Jika kerugiannya besar dan nyata, mengapa langkah penindakan justru nyaris tidak terdengar?

Jaringan rokok ilegal terlihat begitu sistematis: Masuk melalui pelabuhan-pelabuhan kecil, Tersebar melalui gudang-gudang tersembunyi, Lalu sampai ke tangan pengecer tanpa kendala.

Di sisi lain, penegakan hukum berjalan sporadis dan tidak menyentuh akar persoalan. Operasi sesekali dilakukan, namun lebih banyak menyasar pengecer kecil ketimbang penyedia besar.

Mafia tampak bekerja dalam senyap tapi efektif. Sementara negara justru terdengar dalam wacana, tapi sunyi dalam tindakan.

Nama-nama rokok ilegal yang terus berganti menunjukkan satu hal: jaringan distribusinya tetap hidup dan nyaris tak terganggu. Jika satu merek ditekan, tiga merek baru bermunculan. Ini mengindikasikan ketiadaan efek jera, dan absennya penindakan menyeluruh.

Sementara itu, aparat penegak hukum dan otoritas pengawasan seperti Bea Cukai, belum menunjukkan langkah menyentuh pemain utama.

Isu seputar “koordinasi” yang kerap terdengar dalam praktik lapangan meski belum pernah dibuktikan secara terbuka semakin menebalkan kesan adanya kompromi diam-diam yang melemahkan penegakan hukum.

Tanpa transparansi dan tindakan nyata, wajar jika publik mulai melihat bahwa mafia lebih berani dari negara.

Kalau benar rokok ilegal merugikan negara, maka negara harus bertindak seperti pihak yang benar-benar dirugikan. Berani, tegas, menyentuh dalang utamanya bukan sekadar menindak pengecer.

Karena jika tidak, sejarah akan menuliskan: Di satu masa, mafia rokok ilegal lebih cepat bertindak daripada negara yang seharusnya menjaga hukum dan uang rakyat.

Example 120x600
NASIONAL

Panglima Kodam I/Bukit Barisan (Pangdam I/BB) Mayjen TNI Hendy Antariksa memimpin acara Serah Terima Jabatan (Sertijab), penyerahan jabatan, serta tradisi korps bagi sejumlah pejabat utama Kodam I/BB. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung A.H. Nasution Lantai II, Makodam I/BB, Kamis (15/1/2026).